Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 19:32:58【Resep Pembaca】122 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(8)
Artikel Terkait
- Dokter ingatkan konsumen untuk periksa label produk perawatan kulit
- Ratusan siswa SMK Kandeman Batang keracunan makan program MBG
- Pendaftaran film santri di SANFFEST 2025 dimulai 10 November 2025
- Serial Zomvivor Thailand tayang di Netflix, tambah wakil Asia Tenggara
- Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan
- Qodari kunjungi Sekolah Rakyat di Palangka Raya, janji tingkat sarana
- Pilah dan olah sampah agar lingkungan lebih asri
- Perempuan salah satu pilar keberhasilan Program MBG
- Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG
- Jumlah SPPG di Banten baru 45 persen dari target 1.200 unit
Resep Populer
Rekomendasi

Tips aman dan nyaman menonton konser

BNPT: Sekolah jadi wadah pembentukan karakter bangsa cegah terorisme

Ketua PWI Pusat ingatkan wartawan terapkan kode etik dalam pemberitaan

Dokter nyangakan definisi label "sehat" pada kemasan ngak jelas

Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup

Kronologi perang saudara Sudan hingga kondisi terkini Oktober 2025

Kronologi perang saudara Sudan hingga kondisi terkini Oktober 2025

Pembalap Mandalika Racing dirawat di rumah sakit karena kecelakaan